sawah menghampar
laut membiru tersimpan harta
emas terserak di antara pegunungan
air, seakan tak habis mengaliri
di sana,
ketika puji-pujian surga menjelma
orang-orang memuja
alam menyediakan
namun,
kayanya hanya imaji
bagai fatamorgana di antara sahara
rakyatnya,
bagai tuan menjadi kuli
memiliki apa yang tidak ia miliki
rakyatnya,
bagai tikus mati di tengah lumbung padi,
gubuk di tengah hamparan perkakas emas istana
miris
Sabtu, 25 Juli 2009
Indonesia, Gubuk di tengah Istana
Diposting oleh chevymemoar di 15.22
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar