Sabtu, 25 Juli 2009

Indonesia, Gubuk di tengah Istana

sawah menghampar
laut membiru tersimpan harta
emas terserak di antara pegunungan
air, seakan tak habis mengaliri

di sana,
ketika puji-pujian surga menjelma
orang-orang memuja
alam menyediakan

namun,
kayanya hanya imaji
bagai fatamorgana di antara sahara

rakyatnya,
bagai tuan menjadi kuli
memiliki apa yang tidak ia miliki

rakyatnya,
bagai tikus mati di tengah lumbung padi,
gubuk di tengah hamparan perkakas emas istana


miris

0 komentar: